Pengertian Sampah, Sumber Sampah, dan Jenis Sampah

Bank Sampah Banjaran Hilir Majalengka
Sampah Anorganik yang Dikumpulkan Nasabah
Bank Sampah Banjaran Hilir - Majalengka
(sumber gambar : Dokumentasi BSBH)

Disusun oleh : drg. Gelar S. Ramdhani - Tim Bank Sampah Banjaran Hilir, Blok Banjaran Hilir Desa Banjaran Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka Jawa Barat

A. PENGERTIAN SAMPAH

Apa itu sampah? apabila kita melihat Undang-undang Republik Indonesia No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006).

B. SAMPAH BERDASARKAN SUMBER SAMPAH

1. Sampah yang Berasal dari Rumah Tangga

Menurut Suwerda (2012) kegiatan rumah tangga menghasilkan berbagai jenis sampah diantranya : sisa hasil pengolahan makanan, kertas, gelas, kardus, kain, batu baterai, sisa perlengkapan rumah tangga, sampah dari kebun atau halaman rumah, dan lain sebagainya. Perlu anda ketahui bahwa aktivitas rumah tangga juga menghasilkan sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Menurut Iswanto (2016) contoh sampah B3 yang bersumber dari rumah tangga diantaranya: baterai, lampu listrik, elektronik, kemasan pestisida, pemutih pakaian, pembersih lantai, cat kaleng bertekanan (aerosol), kemasan bahan bakar, sisa obat-obatan (farmasi), termometer air raksa, dan lain sebagainya.

2. Sampah yang Berasal dari Pertanian

Sebagian besar sampah hasil aktivitas pertanian adalah sampah yang mudah membusuk, contohnya: jerami, rumput, dan lain sebagainya. Sampah hasil pertanian yang mudah membusuk seperti jerami, sebetulnya masih bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan pupuk alami (organik). Kemudian selain sampah yang mudah membusuk, aktivitas pertanian juga bisa menghasilkan sampah kategori bahan berbahaya dan beracun (B3), misalnya cairan pestisida, botol bekas pestisida, dan sejenisnya. Aktivitas pertanian juga berpotensi menghasilkan sampah plastik, misalnya sampah plastik bekas penutup tumbuh-tumbuhan, yang sebelumnya digunakan untuk untuk mengurangi penguapan serta penghambat pertumbuhan gulma (Suwerda, 2012).

3. Sampah yang Berasal dari Sisa Bangunan 

Pekerjaan proyek konstruksi bangunan, sangat berpotensi menghasilkan sampah (Construction Waste). Sampah material konstruksi adalah sesuatu yang sifatnya berlebih dari yang disyaratkan, baik itu berupa hasil pekerjaan maupun material konstruksi yang tersisa, tercecer, atau rusak sehingga tidak dapat digunakan kembali sesuai fungsinya (J.R. Illingworth, 1998) Beberapa contoh sampah yang berasal dari sisa bangunan diantaranya: sisa bambu, sisa semen, potongan kaca, kaleng bekas, sisa potongan keramik, sisa potongan besi, paku, dan lain sebagainya. Sampah-sampah ini beberapa dapat digunakan kembali untuk kebutuhan lain, misalnya sisa potongan kayu, dapat digunakan kembali untuk bahan kerajinan tangan, mainan anak-anak, dan lain sebagainya.

4. Sampah yang Berasal dari Kegiatan Jual Beli

Kita semua tentu mengetahui bawa kegiatan jual beli berpotensi menghasilkan sampah, misalnya kegiatan jual beli di pasar, baik itu pasar tradisional maupun pasar modern. Menurut Sipangkar (2018) salah satu penyumbang sampah terbesar dalam kehidupan adalah pasar tradisional. Aktivitas jual beli antara pedagang dan penjual di pasar tradisional, secara tidak langsung akan menghasilkan sampah. Karakteristik sampah pasar berbeda dengan sampah rumah tangga, komposisi sampah pasar lebih banyak sampah organik, terutama sampah yang berasal dari pasar sayur atau pasar buah.

5. Sampah yang Berasal dari Kegiatan Medis

Rumah Sakit adalah salah satu contoh institusi yang menyelenggarakan kegiatan medis, penyelenggaraan kegiatan medis di Rumah Sakit menghasilkan sampah, baik itu sampah medis maupun sampah non medis. Menurut Amelia (2019) sampah atau limbah yang dihasilkan oleh kegiatan medis termasuk dalam kategori biohazard yaitu jenis limbah yang sangat membahayakan lingkungan, karena sangat mungkin dalam sampah atau limbah yang dihasilkan oleh aktivitas medis mengandung virus, bakteri, atau zat-zat yang membahayakan lainnya. Adapun contoh sampah medis diantaranya: bekas jarum suntik, sisa obat-obatan, dan lain sebagainya. Menurut Wintoko (2020) sampah dari aktivitas medis termasuk sampah khusus, sampah ini membutuhkan penanganan khusus agar tidak membahayakan manusia, hewan, dan lingkungan. 

6. Sampah yang Berasal dari Kegiatan Industri

Perkembangan industri di Indonesia ibarat pisau bermata dua, satu sisi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, akan tetapi pada satu sisi lain hadirnya industri mengancam kelestarian lingkungan, karena aktivitas industri sudah pasti menghasilkan sampah atau limbah. Apabila sampah atau limbah tidak dikelola dengan baik, berpotensi besar menurunkan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan (Eris, 2009)

C. JENIS-JENIS SAMPAH

Menurut Sejati (2009) jenis sampah terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, diantaranya:

1. Sampah Organik

Sampah organik adalah sampah yang mudah terdegradasi secara alami. Contoh sampah organik : sampah yang yang berasal dari makhluk hidup, daun,  sampah dapur, sampah sisa makanan, sisa buah, sisa sayuran, dan sejenisnya.

2. Sampah Anorganik

Sampah anorganik adalah sampah yang susah terdegradasi atau bahkan tidak dapat terdegradasi sama sekali secara alami. Contoh sampah anorganik : plastik, logam, botol, kaca, dan sejenisnya.

3. Sampah Berbahaya

Sampah yang mengandung zat berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan. Contoh sampah berbahaya : baterai, jarum suntik bekas, limbah racun kimia, dan sejenisnya. Sampah jenis ini membutuhkan penanganan khusus.

DAFTAR PUSTAKA

  • Amelia, Rizki., dkk. 2019. Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 1 (Januari, 2020). Universitas Muslim Indonesia (UMI) : Makassar
  • Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC. Jakarta
  • Eris, Fitria Riany. 2009. Penanganan Masalah Persampahan dan Limbah Cair di Provinsi Banten. Jurnal Agroekotek 1 (1): 36-45 Juli 2009. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa : Serang
  • Illingworth, J.R. 1998. Waste in The Construction Process
  • Iswanto, dkk. 2016. Timbulan Sampah B3 Rumah Tangga dan Potensi Dampak Kesehatan Lingkungan di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol. 23 No. 2 Tahun 2016. Universitas Gadjah Mada (UGM) : Yogyakarta
  • Sejati, Kuncoro. 2009. Pengolahan Sampah Terpadu. Kanisius. Yogyakarta
  • Sipingkar, Daniel. 2008. Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Studi Deskriptif Pasar Tradisional Sukaramai. Skripsi : Universitas Sumatera Utara (USU), Medan
  • Suwerda, Bambang. 2012. Bank Sampah : Kajian Teori dan Penerapan. Pustaka Rihama. Yogyakarta
  • Undang-undang Republik Indonesia No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  • Wintoko, Bambang. 2020. Panduan Praktis Mendirikan Bank Sampah. Pustaka Baru Press. Yogyakarta
====
**Terima Kasih anda sudah berkunjung ke website Bank Sampah Banjaran Hilir, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Silahkan KLIK DISINI untuk membaca tulisan-tulisan menarik dari kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis Pengelolaan Sampah

Ayo Mengenal Manfaat Sampah